Depok, 2 November 2025 — Suasana semangat gotong royong terasa hangat di Kampung Sidamukti, RW 17, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Warga setempat bersama Karang Taruna Bhumilestari 17 menggelar Panen Raya Taruna Tani, sebagai wujud nyata Gerakan Ketahanan Pangan yang tumbuh dari masyarakat untuk masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Sumur Wangi Gg. Kud RT 02 RW 17 ini dihadiri oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, dr. H. Bambang Sutopo (HBS), Lurah Sukamaju Ari Basuki, Ketua RW 10 Moch. Isnaeni, Ketua RW 17 Suparto, Ketua LPM Kusmawan, serta tokoh masyarakat H. Setiyo Sudiyono.
Acara juga dimeriahkan oleh bazar UMKM lokal yang menampilkan berbagai produk olahan warga Sukamaju, dari hasil pertanian, makanan ringan, hingga kerajinan tangan.
Dorong Kemandirian dari Rumah Sendiri
Dalam sambutannya, dr. H. Bambang Sutopo mengapresiasi semangat warga RW 17 yang berhasil memanfaatkan lahan terbatas menjadi lahan produktif untuk pertanian cabai dan budidaya ikan lele.
“Alhamdulillah, pagi ini kita panen cabai dan ikan hasil budidaya Karang Taruna RW 17. Ini bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Wali Kota Depok,” ujar Bambang.
Politisi PKS yang akrab disapa HBS ini menegaskan bahwa gerakan seperti ini harus terus dikembangkan di setiap lingkungan. Menurutnya, ketahanan pangan berawal dari langkah kecil di rumah masing-masing.
“Mari kita manfaatkan setiap jengkal lahan, sekecil apa pun, untuk menanam cabai, sayuran, atau ikan di ember. Langkah kecil ini bisa menjadi solusi menghadapi situasi ekonomi yang menantang,” imbuhnya.
Bambang menegaskan, program ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis, melainkan harus menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
Panen Raya Penuh Edukasi dan Kebersamaan
Kegiatan panen raya ini merupakan hasil kerja keras selama tiga bulan. Warga RW 17 menanam cabai dan membudidayakan ikan di lahan sempit, membuktikan bahwa semangat bertani tidak harus menunggu sawah luas.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan tarian daerah, dilanjutkan panen simbolis oleh para tamu kehormatan. Tak ketinggalan, demo urban farming dan talkshow interaktif bersama penyuluh pertanian menambah nilai edukatif acara ini.
“Kegiatan ini luar biasa. Bukan hanya panen, tapi juga menjadi sarana belajar bagi warga tentang cara bertani modern di lahan terbatas,” kata Bambang Sutopo usai panen.
UMKM Lokal Ikut Panen Berkah
Selain hasil pertanian dan perikanan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM Sukamaju untuk memasarkan produk lokal mereka. Antusiasme warga terlihat tinggi; lokasi bazar dipenuhi pengunjung yang ingin mencicipi hasil olahan warga.
Bagi HBS, sinergi antara gerakan ketahanan pangan dan penguatan UMKM menjadi kunci penting dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi RW lain di seluruh Depok. Kemandirian pangan dan ekonomi harus dimulai dari lingkungan sendiri,” pungkas dr. Bambang Sutopo.
Kegiatan Panen Raya Taruna Tani Bhumilestari 17 menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan inovasi warga mampu menghadirkan perubahan nyata.
Dengan dukungan para tokoh masyarakat dan pemerintah, Depok terus bergerak menuju kota yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.














