Depok — Haru dan kebahagiaan menyelimuti GOR Hasan Jojo, Kampung Rawageni, pada Kamis, 25 Desember 2025, saat digelarnya kegiatan penutupan kelompok belajar Teras Baca Prabu Maharani yang dipimpin oleh Ibu Desi. Kegiatan ini awalnya merupakan agenda penutupan hasil belajar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini tidak memiliki akses ke PAUD, TK, RA, dan lembaga pendidikan sejenis.
Selama tiga tahun, kegiatan belajar Teras Baca Prabu Maharani berlangsung dengan segala keterbatasan. Anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di teras rumah warga. Namun karena pemilik rumah jatuh sakit, proses belajar terpaksa berpindah ke lorong-lorong dan teras ruko. Dengan jumlah peserta didik mencapai 165 anak—sekitar 80 persen berasal dari keluarga tidak mampu—keterbatasan tempat dan biaya membuat pengelola nyaris membubarkan kegiatan belajar tersebut.
Momen penutupan berlangsung penuh isak tangis, baik dari orang tua maupun peserta didik. Di tengah suasana haru itulah, Anggota DPRD Kota Depok Imam Musanto yang hadir di lokasi menyampaikan kepeduliannya. Secara spontan, Imam Musanto memberikan bantuan sebesar Rp1 juta per bulan untuk biaya sewa rumah yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Keputusan tersebut disambut gema takbir, tangis haru, dan kebahagiaan dari para orang tua serta anak-anak. Harapan yang sempat pupus kembali menyala.
“Bagi saya, pendidikan adalah hal yang sangat penting karena di sanalah masa depan generasi ditentukan. Jangan sampai masa depan anak-anak ini terhenti hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Imam Musanto. Ia juga memohon doa agar senantiasa diberi kesehatan dan keistiqamahan agar Teras Baca Prabu Maharani dapat terus berdiri dan kembali aktif melayani pendidikan anak-anak kurang mampu.
Kegiatan ditutup sekitar pukul 11.00 WIB dengan doa bersama, menandai bukan akhir, melainkan awal baru bagi perjuangan pendidikan di Teras Baca Prabu Maharani.













