Home Parlementaria Aleg PKS Depok Khairulloh Ahyari: Hard Disk Internal Fraksi PKS Depok Dicuri, Motif Harus Diungkap

Khairulloh Ahyari: Hard Disk Internal Fraksi PKS Depok Dicuri, Motif Harus Diungkap

Depok – Pada Sidang Paripurna DPRD Kota Depok, Kamis, 27 November 2025, Anggota DPRD Kota Depok Khairulloh Ahyari mengungkap temuan serius terkait hilangnya hard disk internal komputer Fraksi PKS Depok. Khairulloh menegaskan bahwa yang hilang bukan perangkat biasa, tetapi jantung data fraksi yang seharusnya tidak bisa disentuh sembarang pihak.

“Bukan laptop yang hilang. Bukan juga uang yang dicuri. Yang dicuri itu hard disk internal, bagian terdalam dari komputer fraksi PKS,” tegas Khairulloh dalam interupsinya. “Ini bukan komponen yang terlihat di meja, tapi perangkat yang memang harus dibongkar untuk diambil.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pencurian tersebut bukan tindakan spontan, tetapi mengarah pada tindakan yang terencana dan menyasar bagian vital.

Khairulloh menilai kejadian ini sangat janggal, karena pelaku justru memilih mengambil komponen paling penting yang berisi data internal fraksi—bukan barang yang lebih mudah dijual atau diambil.

“Kami khawatir, kalau ini tidak diusut tuntas, besok-besok kejadian seperti ini bisa menimpa fraksi lainnya. Yang hilang ini bukan barang remeh, tapi data paling fundamental.”

Tekanan selanjutnya disampaikan saat ia menyoroti motif di balik pencurian tersebut.

“Pencurian ini jelas punya motif. Dan motif itu harus diungkap. Karena yang diambil bukan barang biasa—tapi bagian paling sensitif dari sistem data kami.”

Hard disk tersebut akhirnya ditemukan setelah dijual ke tukang loak oleh pelaku. Namun saat kembali, seluruh data di dalamnya telah diformat ulang dan dikosongkan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai kemungkinan data sempat diakses, disalin, atau dimanfaatkan sebelum dihapus.

Khairulloh menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi alarm bagi seluruh pihak, terutama dalam konteks keamanan arsip dan perlindungan data pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti ironi di balik kejadian ini.

“Kita sedang gencar memperkuat sistem kearsipan dan digitalisasi di Kota Depok. Tapi justru data paling penting hilang di rumah kita sendiri.”

Sebagai penutup, Khairulloh mengharapkan agar kejadian ini menjadi momentum untuk membangun sistem keamanan data yang benar-benar kuat dan tidak bisa ditembus.

“Kami berharap Pemkot bersama DPRD dapat memperkuat SOP keamanan data, mulai dari ruang kerja hingga server pemerintah. Jangan sampai hal seperti ini terulang, karena data adalah aset strategis yang menyangkut kepentingan publik.”